Total Tayangan Halaman

Selasa, 08 Januari 2013

Fiktif-kah ?


Aku tk mengharapkan kau kembali padaku, tapi yang kumau kau kembali pada pribadimu yang dulu. Kamu yang pertama aku kenal. Yang ku suka-kamu yang sangat menghargai perasaan. Jika ini jalan yang harus kau lalui untuk lebih “memahami”-lakukanlah. Mainkan peranmu, tapi ingat- kamu tak bisa seperti ini. Suatu saat kamu akan paham bagaimana memperlakukan seseorang :)



Akhir Desember 2012, kau melepasku. Begitu saja, seperti tak ada yang indah diantara kita. Kamu membagi hatimu dengan wanita lain. Aku tau. Mana mungkin secepat itu kamu berelationship dengannya? Setelah memutuskan hubungan kita.

Kau yang menebar, kau yang menuai.

Suatu saat kau akan merasakan apa yang aku rasakan, dan cepat atau lambat aku akan mendapatkan yang lebih baik darimu. Lebih segalanya.


Kau mengingkari semua kata-katamu. Kau mengingkari janjimu. Aku tak ingin berprasangka tak baik kepadamu, karna kunci suatu hubungan adalah saling mempercayai. Tapi kamu mengingkari dengan penghianatan- dusta yang rapi. Aku tak tau hingga pada suatu masa dimana aku tau kamu yang “sekarang” yang jauh berbeda. Bermain peranlah ! kau yang menciptakan permainan, tapi aku yang mengatur.

Aku tak mengancam- ingat ! 1,5 tahun yang kita lalui bukan waktu yang sebentar, dengan semua kesabaranku, kepercayaan yang ku amanatkan padamu, untuk masa yang indah- dimana aku mengenalmu hingga aku menyukai : pribadimu. Semua pasti berkembang, saat ini kamu mencari kebenaran – kamu mendapatkan dan kamu menjadi lebih baik. Doaku untukmu. Aku tak ingin membencimu, karna keadaan ini mengharuskan aku menjadi lebih sabar-ikhlas dan pemaaf.

Suatu masa kau akan meminta maaf padaku-mengakui kesalahanmu- dan meminta aku kembali. Tapiiiii …. Aku pantas mendapatkan yang lebih baik darimu


Dan ...........

Permainan ini aku yang mengatur …..


Setelah perpisahan ini, kamu menjadi-jadi. Tak hanya aku yang tersakiti. Beberapa akan merasakan hal yang sama yang aku rasakan. Kamu akan menyandang imange “tidak baik”. Bisa dikatakan player ulung.



Roda pasti berputar.


Pada suatu masa kamu bermain api, tak semulus yang lalu-lalu. Kamu terbakar. Maalu… semuanya terbongkar. Aku tak tau kamu memfitnahku, atau ini cuman prasangka saja. Tapi ‘sebab’ perpisahan kita terbongkar dengan indahnya. Kamu yang menebar cerita dusta- tapi saat itulah kenyataan terbongkar. Aku tidak bersalah- karna aku meyakini bahwa aku orang baik dan Allahku tak akan membiarkan aku berada dalam keadaan seperti itu. Dia membalik semuanya dengan caraNya yang indah.



Ku katakan sekali lagi…. Aku tak membencimu- tapi membenci sikapmu padaku bahkan sikapmu pada orang lain-yang mempertaruhkan perasaannya untukmu. Sadarlah ! 



Semarang, 4 Juli 2011
Kamu meminta hatiku untuk kau miliki. Aku memberikannya. Masa indah kita lalui. Aku mempercayaimu. Bulan berlalu ….
Januari 2012… setelah kita rayakan taun baru bersama. Aku tak ragu padamu. Hingga pada akhirnya aku tau, ada orang lain yang berani menyatakan cinta padamu. Dia temanmu sekelas, aku tau orangnya ….
Februari  2012…. Coklat berbentuk hati warna pink, saksi indah kau masih menyayangiku
Maret-Agustus 2012… kita mulai bertengkar.
Oktober 2012…. Kamu memutuskan hubungan kita-dan memintakuu kembali. Aku meng’iya’kan karna aku masih menyayangimu. Bagaimana mungkin aku ragu? Kamu mau menulis 500X kata maaf untukku. Aku mulai yakin padamu.
Desember 2012… begitu saja kamu melepaskan aku. Perpisahan kita bukan sesuatu yang perlu disesali. Dengan mudahnya kamu berhubungan dengan orang lain. Seakan aku ini benda yang tak ada gunanya. Aku tak terpikirkan. Kamu acuh terhadap perasaanku.
Januari 2013…. Kau dengannya. Aku tertawa. Ternyata semua terbongkar. Nice ! tak perlu kusesali perpisahan kita. Untuk apa menangisi seorang penghianat? Aku yakin …. Kamu bermain dibelakangku sebelum kita berpisah. Ku tabur senyum untuk saat ini, aku dijauhkan. Bukan ditinggalkan. Aku mendapatkan yang lebih baik.


Bulan demi Bulan berlalu
Pengumuman kelulusan- Aku LULUS. Alhamdulillah


Pertengahan Juli

Aku bertemu kamu di parkiran mall CL, kamu bingung saat bertatap denganku. Tak disengaja memang, tapi dari tingkahmu aku tau, kau takut bertemu aku :D


Aku kuliah diluar Semarang
Aku diterima disekolah ikatan Dinas.
Aku bertambah umur-bertambah dewasa dan berkepribadian anggun


Ini 3 tahun setelah pertemuan kita pertengahan Juli. Tak disangka, kita bertemu kembali di sebuah cafĂ© …. Sakit hati yang kurasakan dulu tak berbekas lagi. Aku bebas. Bahkan aku telah mendapatkan yang jauh lebih baik darimu. 

Kau menghampiri tempatku duduk. Menyapa dengan tatapan biasa, bukan tatapan takut seperti waktu itu. Aku menyapa dengan senyum yang mekar karna aku bangga, aku lebih sukses darimu. Aku memiliki kebanggaan yang luar biasa, aku yang kau sakiti kini lebih tangguh darimu. Aku tau … akhirnya kau mengatakan ini …


“Maaf untuk aku yang mengabaikanmu. Maaf untuk kata kata yang aku ingkari. Maaf untuk perpisahan yang untukmu sangat menyakitkan. Aku lebih menghargai- perasaan bukan sebatas “suka” tapi butuh kesungguhan untuk mengimplementasikan kata itu. Aku merasakan yang kamu rasakan. Maaf untuk masa-masa yang membuatmu sakit. “

“Aku memaafkanmu, tak lama setelah kamu menyakitiku. Aku bertahan dengan hati yang lebih tangguh. Aku mampu. Dan keyakinanku terjadi saat ini. Kamu meminta maaf-dengan rasa menyesal dan malu pastinya. Kamu salah menyakiti orang, aku tak pantas kau acuhkan seperti itu. Dengan apa yang aku berikan dulu- kebebasan dengan kepercayaan. Kau menghianati. Dengan keikhlasanku aku tegar. Semua yang kau lakukan terbalas. Aku bersyukur kamu sadar.”  

“Adakah kesempatan mengulang yang dulu. Seperti yang pernah ku katakan : yang dulu bukan berarti dulu, yang dulu bukan berarti masa lalu. Yang dulu juga bisa jadi besok”

“Ya, tak lebih dari tmen deket. Seperti yang kamu katakan dulu. Maaf aku bukan anak SMA lagi yang bisa di PHP-in. aku memiliki tanggung jawab baru menjaga hati orang yang kusayang. Dia lebih baik darimu. Aku yakin”

“Ya…. “

“jangan khawatir, kamu kembali pada kamu yang dulu-yang aku suka. Tenang, pasti ada yang benar-benar menjagamu. Jadilak orang baik”


…….. dan perbincangan kita tak lagi hal itu. Percakapan yang tak melibatkan perasaan. Tapi pengalaman.



Note: bulan – bulan yang ku lalui setelah perpisahan itu lebih indah. Dan dia : melewati bulan-bulan dengan “dia yang baru” hingga suatu masa dia sadar dan berfikir : “aku yang dulu lebih bermartabat dari aku yang sekarang. Sejak saat itu dia kembali- kepribadiannya yang dulu. Yang aku kenal pertama kalinya”. Aku sekarang mengenalnya kembali. Alhamdulillah.
*aku tak tau siapa yang menyadarkan dia, tapi aku tau dia pasti mendapat penghianatan juga :D



ini yaa aku kasih puisi -_-


Dulu aku merasa bahagia
Karnamu aku sempurna
Tapi kini hatiku sesak
Saat semua tlah berbeda
Dirimu yang dulu kurindu
Kunanti datang kembali
Kuharap lebih dari cintamu
Ku ingin kau mengerti
Aku mencintaimu…




Tahukah kamu sayang?
Aku berarap kau merasakan
Apa yang ada dilubuk hati
Cintaku untukmu
Pahamilah mauku
Cuman satu … sayangmu…




Tak lebih dari logika
Ketika aku tahu kau acuh padaku
Ku masih menunggumu
Mengarap cintamu
Kembali menyatu denganku
Seperti dulu …
Indah ….
Ku slalu membanggakan
Kisah kasih kita
Namun semua hanya kenangan
Kurasa sakit saat ku ingat
Dan kini
Aku sanggup tanpamu
Ku persembahkan senyum teridahku
Untukmu … untukku ….
Dan untuk perpisahan ini :)

- aku buatnya lama banget ( 14 Juni 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar