Aku tk mengharapkan kau kembali padaku, tapi yang kumau kau
kembali pada pribadimu yang dulu. Kamu yang pertama aku kenal. Yang ku
suka-kamu yang sangat menghargai perasaan. Jika ini jalan yang harus kau lalui
untuk lebih “memahami”-lakukanlah. Mainkan peranmu, tapi ingat- kamu tak bisa
seperti ini. Suatu saat kamu akan paham bagaimana memperlakukan seseorang :)
Akhir Desember 2012, kau melepasku. Begitu saja, seperti tak
ada yang indah diantara kita. Kamu membagi hatimu dengan wanita lain. Aku tau. Mana
mungkin secepat itu kamu berelationship dengannya? Setelah memutuskan hubungan
kita.
Kau yang menebar, kau yang menuai.
Suatu saat kau akan merasakan apa yang aku rasakan, dan
cepat atau lambat aku akan mendapatkan yang lebih baik darimu. Lebih segalanya.
Kau mengingkari semua kata-katamu. Kau mengingkari janjimu. Aku
tak ingin berprasangka tak baik kepadamu, karna kunci suatu hubungan adalah
saling mempercayai. Tapi kamu mengingkari dengan penghianatan- dusta yang rapi.
Aku tak tau hingga pada suatu masa dimana aku tau kamu yang “sekarang” yang
jauh berbeda. Bermain peranlah ! kau yang menciptakan permainan, tapi aku yang
mengatur.
Aku tak mengancam- ingat ! 1,5 tahun yang kita lalui bukan
waktu yang sebentar, dengan semua kesabaranku, kepercayaan yang ku amanatkan
padamu, untuk masa yang indah- dimana aku mengenalmu hingga aku menyukai :
pribadimu. Semua pasti berkembang, saat ini kamu mencari kebenaran – kamu mendapatkan
dan kamu menjadi lebih baik. Doaku untukmu. Aku tak ingin membencimu, karna
keadaan ini mengharuskan aku menjadi lebih sabar-ikhlas dan pemaaf.
Suatu masa kau akan meminta maaf padaku-mengakui
kesalahanmu- dan meminta aku kembali. Tapiiiii …. Aku pantas mendapatkan yang
lebih baik darimu
Dan ...........
Permainan ini aku yang mengatur …..
Setelah perpisahan ini, kamu menjadi-jadi. Tak hanya aku
yang tersakiti. Beberapa akan merasakan hal yang sama yang aku rasakan. Kamu akan
menyandang imange “tidak baik”. Bisa dikatakan player ulung.
Roda pasti berputar.
Pada suatu masa kamu bermain api, tak semulus yang
lalu-lalu. Kamu terbakar. Maalu… semuanya terbongkar. Aku tak tau kamu
memfitnahku, atau ini cuman prasangka saja. Tapi ‘sebab’ perpisahan kita
terbongkar dengan indahnya. Kamu yang menebar cerita dusta- tapi saat itulah
kenyataan terbongkar. Aku tidak bersalah- karna aku meyakini bahwa aku orang
baik dan Allahku tak akan membiarkan aku berada dalam keadaan seperti itu. Dia membalik
semuanya dengan caraNya yang indah.
Ku katakan sekali lagi…. Aku tak membencimu- tapi membenci
sikapmu padaku bahkan sikapmu pada orang lain-yang mempertaruhkan perasaannya
untukmu. Sadarlah !
Semarang, 4 Juli 2011
Kamu meminta hatiku untuk kau miliki. Aku memberikannya. Masa
indah kita lalui. Aku mempercayaimu. Bulan berlalu ….
Januari 2012… setelah kita rayakan taun baru bersama. Aku tak
ragu padamu. Hingga pada akhirnya aku tau, ada orang lain yang berani
menyatakan cinta padamu. Dia temanmu sekelas, aku tau orangnya ….
Februari 2012…. Coklat
berbentuk hati warna pink, saksi indah kau masih menyayangiku
Maret-Agustus 2012… kita mulai bertengkar.
Oktober 2012…. Kamu memutuskan hubungan kita-dan memintakuu
kembali. Aku meng’iya’kan karna aku masih menyayangimu. Bagaimana mungkin aku
ragu? Kamu mau menulis 500X kata maaf untukku. Aku mulai yakin padamu.
Desember 2012… begitu saja kamu melepaskan aku. Perpisahan
kita bukan sesuatu yang perlu disesali. Dengan mudahnya kamu berhubungan dengan
orang lain. Seakan aku ini benda yang tak ada gunanya. Aku tak terpikirkan. Kamu
acuh terhadap perasaanku.
Januari 2013…. Kau dengannya. Aku tertawa. Ternyata semua
terbongkar. Nice ! tak perlu kusesali perpisahan kita. Untuk apa menangisi
seorang penghianat? Aku yakin …. Kamu bermain dibelakangku sebelum kita
berpisah. Ku tabur senyum untuk saat ini, aku dijauhkan. Bukan ditinggalkan. Aku
mendapatkan yang lebih baik.
Bulan demi Bulan berlalu
Pengumuman kelulusan- Aku LULUS. Alhamdulillah
Pertengahan Juli
Aku bertemu kamu di parkiran mall CL, kamu bingung saat
bertatap denganku. Tak disengaja memang, tapi dari tingkahmu aku tau, kau takut
bertemu aku :D
Aku kuliah diluar Semarang
Aku diterima disekolah ikatan Dinas.
Aku bertambah umur-bertambah dewasa dan berkepribadian
anggun
Ini 3 tahun setelah pertemuan kita pertengahan Juli. Tak
disangka, kita bertemu kembali di sebuah cafĂ© …. Sakit hati yang kurasakan dulu
tak berbekas lagi. Aku bebas. Bahkan aku telah mendapatkan yang jauh lebih baik
darimu.
Kau menghampiri tempatku duduk. Menyapa dengan tatapan
biasa, bukan tatapan takut seperti waktu itu. Aku menyapa dengan senyum yang
mekar karna aku bangga, aku lebih sukses darimu. Aku memiliki kebanggaan yang
luar biasa, aku yang kau sakiti kini lebih tangguh darimu. Aku tau … akhirnya kau
mengatakan ini …
“Maaf untuk aku yang mengabaikanmu. Maaf untuk kata kata
yang aku ingkari. Maaf untuk perpisahan yang untukmu sangat menyakitkan. Aku lebih
menghargai- perasaan bukan sebatas “suka” tapi butuh kesungguhan untuk
mengimplementasikan kata itu. Aku merasakan yang kamu rasakan. Maaf untuk
masa-masa yang membuatmu sakit. “
“Aku memaafkanmu, tak lama setelah kamu menyakitiku. Aku bertahan
dengan hati yang lebih tangguh. Aku mampu. Dan keyakinanku terjadi saat ini. Kamu
meminta maaf-dengan rasa menyesal dan malu pastinya. Kamu salah menyakiti
orang, aku tak pantas kau acuhkan seperti itu. Dengan apa yang aku berikan
dulu- kebebasan dengan kepercayaan. Kau menghianati. Dengan keikhlasanku aku
tegar. Semua yang kau lakukan terbalas. Aku bersyukur kamu sadar.”
“Adakah kesempatan mengulang yang dulu. Seperti yang pernah
ku katakan : yang dulu bukan berarti dulu, yang dulu bukan berarti masa lalu. Yang
dulu juga bisa jadi besok”
“Ya, tak lebih dari tmen deket. Seperti yang kamu katakan
dulu. Maaf aku bukan anak SMA lagi yang bisa di PHP-in. aku memiliki tanggung
jawab baru menjaga hati orang yang kusayang. Dia lebih baik darimu. Aku yakin”
“Ya…. “
“jangan khawatir, kamu kembali pada kamu yang dulu-yang aku suka.
Tenang, pasti ada yang benar-benar menjagamu. Jadilak orang baik”
…….. dan perbincangan kita tak lagi hal itu. Percakapan yang
tak melibatkan perasaan. Tapi pengalaman.
Note: bulan – bulan yang ku lalui setelah perpisahan itu
lebih indah. Dan dia : melewati bulan-bulan dengan “dia yang baru” hingga suatu
masa dia sadar dan berfikir : “aku yang dulu lebih bermartabat dari aku yang
sekarang. Sejak saat itu dia kembali- kepribadiannya yang dulu. Yang aku kenal
pertama kalinya”. Aku sekarang mengenalnya kembali. Alhamdulillah.
*aku tak tau siapa yang menyadarkan dia, tapi aku tau dia
pasti mendapat penghianatan juga :D
ini yaa aku kasih puisi -_-
Dulu aku merasa bahagia
Karnamu aku sempurna
Tapi kini hatiku sesak
Saat semua tlah berbeda
Dirimu yang dulu kurindu
Kunanti datang kembali
Kuharap lebih dari cintamu
Ku ingin kau mengerti
Aku mencintaimu…
Tahukah kamu sayang?
Aku berarap kau merasakan
Apa yang ada dilubuk hati
Cintaku untukmu
Pahamilah mauku
Cuman satu … sayangmu…
Tak lebih dari logika
Ketika aku tahu kau acuh padaku
Ku masih menunggumu
Mengarap cintamu
Kembali menyatu denganku
Seperti dulu …
Indah ….
Ku slalu membanggakan
Kisah kasih kita
Namun semua hanya kenangan
Kurasa sakit saat ku ingat
Dan kini
Aku sanggup tanpamu
Ku persembahkan senyum teridahku
Untukmu … untukku ….
Dan untuk perpisahan ini :)
- aku buatnya lama banget ( 14 Juni 2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar